Tampilkan postingan dengan label Latihan Rutin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Latihan Rutin. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 April 2014

Rabu, 23/4/14
Malam ini, Teater Syahid latihan indoor bersama sutradara paling toleran sepanjang abad. Beliau memandu kita untuk melakukan stretching di ruangan sedikit mewah berbeda dengan malam-malam sebelumnya. Bukan disengaja memang, segerombol orang usai melakukan perhelatan ruang tersebut sebelumnya. Lantaran beberapa dari kita turut membantu orang itu angkatungkut barang bekas acaranya, kami disilakan menempati ruang itu hingga pukul 22.00 WIB. Peserta latihan terbilang banyak, meski beberapa jam sebelum latihan dimulai, hujan membasahi Ciputat. Kontan, beberapa lapangan becek karena genangannya. Namun, Allah berkata beda, kita melangsungkan latihan sejumlah dua puluh kepala. 

Sekitar lima menitan, sang sutradara Bangkit Sanjaya alias Baban menghantarkan kita ke dimensi melelahkan. Dimensi di mana masing-masing dari kita menggerakkan seluruh sendi otot semau kita. Bergerak ke sana kemari. Menyebar berhamburan mengisi ruangan itu setiap hole nya. 

Selanjutnya kami membentuk sebuah lingkaran. Clude nya kita hanya diperkenankan mengucapkan kata "Yes" atau "No". Menghubungkan kata-kata itu ke teman sebelahnya secara memutar. Apabila kita melawan tatapan berucap Yes, maka berbunyi No dan berpaling darinya menghadap teman sebelahnya lagi. Begitu seterusnya. Apabila terdapat kesalahan, maka hukuman bagi pelanggar untuk meju ke depan dan menerima tantangan dari sutradara. Tantangan itu bervariatif. Sesekali sutradara meminta seorang teman yang melakukan kesalahan untuk mendiamkan teman-teman selainnya yang sepanjang pelaku hukuman diminta mengucapkan kata "Ya"(Waw, disini diuji kemampuan pelaku hukuman ketangkasan dan kecermatan;focus; bagaimana pelaku hukuman mendiamkan manusia berkata ya an sich sementara pelaku hukuman hanya diperbolehkan mengucapkan kata No.



Jumat, 04 April 2014

Imaji Musik

Pemateri: Baban
A.      Lari Kampus 2x putaran
B.      Stretching 15 menit
C.      Materi
1.       Peserta membentuk lingkaran
2.       Instruksi : memejamkan mata, konsentrasi pada jari jemari, imajikan sesuatu pada jari tangan, tidak boleh mempergunakan vokal
3.       Tanpa sepengetahuan peserta, pemateri menarik beberapa peserta untuk keluar dari lingkaran, selebihnya tetap bergerak sesuai dengan imaji peserta.
4.       Instruksi : Bayangkan tiba-tiba bunyi/suara rock masuk dan terdengar makin kencang. Dilakukan secara bergantian. Peserta lain yang sengaja dikeluarkan dari lingkaran diperbolehkan membuka mata guna menjaga gerak anarkis peserta lain.
5.       Instruksi : Bayangkan tiba-tiba bunyi/suara rock tersebut berubah menjadi bunyi/suara kesukaan peserta.
6.       Peserta dibagi dalam beberapa kelompok, masing-masing kelompok diminta mempersiapkan kombinasi gerak dan bunyi dalam durasi waktu 5 menit, setelahnya presentasikan di hadapan kelompok lainnya. Targetnya masing-masing kelompok bisa saling menerima ide peserta satu sama lain. Pada latihan berikutnya bisa ditargetkan memperkaya tubuh.
Baban Say...
Ø  Pahami dan sadari gerak yang kita dengarkan, sesuaikah dengan kemampuan/kapasitas tubuh?
Ø  Tutup mata dalam latihan berikut bertujuan untuk melatih kepercayaan dan keberanian pada diri peserta.
Ø  Controling dalam gerak adalah perlu.
Ø  Julung add: Pembebasan terbilang sampai/berhasil apabila setelah pembebasan dilakukan ekspresi muka ceria, berkeringat, tidak bengong, ato lemes (lebe...namanya ngantuk ya ngantuk, 2 hari g tidur apalagi)
Jafar_Tesya@FEB_Parking Area, 26/Maret/2014

Kesadaran Ruang Part II
“Om Aseng : The Guide”
1.       Lari kampus 2 x putaran
2.       Pembebebasan
3.       Games Angkat Patung
4.       Pemanggungan
a.       Peserta dibebaskan tubuhnya mencari ide selama kurang lebih 5 menit
b.      Peserta diminta menghadirkan penemuan idenya di atas panggung 1 per satu secara bergantian.
c.       Evaluasi :
Ø  Masuk panggung harus ada motifnya.
Ø  Detailing perlu, ketika gagasan dan ide sudah bagus, seperi: detail suasana, kejadian, alur peristiwa (sadar ruang, diri/tubuh, vokal).




Olah Vokal

-          Pemateri                     : Eko Khotib
-          Waktu                           : Senin, 10 Maret 2014, 19.30 WIB
-          Peserta                        : 28 orang (Jafar, Ari, Elita, Rajab, Anita, Sherli, Acong, Abdi, Nunu Baru , Harpis, Asli, Heni, Lubis, Jarot, Malisa, Ayu, Ale, Dede, Ica Baru 1, Ica Baru 2, Fitri Baru, Lisnani, Fajar, Fikih, Fahmi, Nisrina, Imron, Kiki .
Materi                          : Olah Vokal
Ringkasan Materi
Pernafasan ada tiga macam, yaitu nafas dada, nafas perut dan nafas diafragma.
1)      Nafas dada
Ø  Tarik nafas, tahan di dada, hembuskan dengan bunyi angin. Lakukan masing-masing intruksi tersebut dengan pola hitungan 8 x 1.
2)      Nafas Perut
Ø  Tarik nafas, tahan di perut, hembuskan dengan bunyi angin. Lakukan masing-masing intruksi tersebut dengan pola hitungan 8 x 1. Ulangi selama beberapa kali dan sesekali dalam posisi tiduran.
Ø  Tarik nafas, tahan di perut, hembuskan dengan gumam. Lakukan masing-masing intruksi tersebut dengan pola hitungan 8 x 1. Indikasi sirkulasi yang benar adalah saat telapak tangan ditempelkan di ubun-ubun, serasa bergetar. Namun, semakin banyak bagian tubuh yang bergetar semakin baik.
Ø  Tarik nafas, tahan di perut, hembuskan dengan gumam dan mengucapkan “No maksa Manta Basaradan Sendam,” tarik nafas, tahan, hembuskan dengan berucap “Nakara Sada Swadaya Untarata Kanma”. (Ilmu dari Bengkel Rendra).
Ø  Lakukan hal di atas secara bervariasi, berjauhan, berpasangan, berhadapan dan menggunakan jurus silat yang mudah dengan tekhnik yang sama.
3)      Nafas Diafragma
Ø  Posisikan Duduk sila, letakkan kedua telapak tangan menempel tanah di kanan kiri, angkat tubuh sampai pantat tidak lagi menempel tanah.
Ø  Saat posisi telah terangkat, lakukan tekhnik pernafasan dasar. Tarik nafas, tahan, hembuskan. Bisa dengan bantuan media tumpuan kanan kiri, meja atau kursi yang bisa mengusahakan tubuh kita terangkat. Pada saat pernafasan diafragma organ rongga dada akan mengembang dan saat nafas dikeluarkan perut kembali mengembang.
4)      Nafas Anjing
Menggunakan nafas perut, tahan, lepaskan dengan desis anjing. Kegunaan untuk stamina, selain itu juga melenturkan otot-otot dalam perut yag masih kencang.
5)      Senam Tibet
Ø  Posisi mula, duduk sila menjulurkan tangan ke depan dada, lakukan secara rileks.
Ø  Tarik nafas sambil mencondongkan tubuh ke arah depan, pantat terangkat, tangan menjulur ke depan, tahan (mengembalikan posisi duduk mula sembari menyimpan juluran tangan ke samping perut)
Ø  Keluarkan nafas sembari menjulurkan tangan kembali ke depan dada perlahan-lahan, imajikan mendorong sesuatu yang berat saat mengeluaran nafas.
Ø  Lakukan berulang-ulang minimal 10 kali. Pada hitungan yang ke sebelas rekatkan kedua telapak tangan, putar-putarkan, buka dan rentangkan kedua tangan ke arah luar.
Evaluasi:
1.       Nafas Perut dan Nafas Diafragma digunakan untuk membantu kekuatan power vokal kita. Nafas diafragma untuk membantu meningkatkan stamina kerja otot-otot perut.
2.       “Saat latihan seperti di atas, usahakan posisi berdiri posisi siap menerima materi: tidak menyilangkan satu kaki, atau melakukan hal lain yang tidak bagian dari intruksi”. Aseng Tralala
3.       “Bercanda boleh, tapi serius dalam mengerjakannya”. Om Eko
Hadir juga Bangkit Sanjaya dan Zulfi Julung (Cie 

Melatih Percaya Diri via Olah Tubuh


Pemateri             : Lukman Dardiri
Waktu                   : Jumat, 7 Maret 2014, 19.30 WIB
Peserta                                : 18 orang (Jafar, Anita, Acong, Abdi, Nunu Baru, Ari, Julpong, Lubis, Ipeng, Jarot, Fitri Baru, Nunu Lama, Imron, Melda, Ale, Dede, Naya, Ica Baru.
Materi:
  1. Keseimbangan   Individu
-          Usai lari keliling kampus dan stretching, peserta dibagi menjadi dua kelompok.
-          Mencari titik melalui bantuan mata lawan yang sengaja diposisikan berhadapan.
-          Menumpukan Punggung sebagai kekuatan.
-          Bergerak ke kanan, ke kiri, ke depan, kebelakang dengan tetap pada titik fokus mata.
  1. Keseimbangan Pasangan
-          Peserta berpasangan, bergandengan.
-          Ketika salah satu bergerak, maka yang lainnya mengikuti/menyesuaikan gerak pasangan dengan catatan tetap pada konsentrasi punggung sebagai tumpuannya.
  1. Simpuh Duduk, Setengah Berdiri dan Berdiri
-          Peserta mengambil posisi tahiyyat awal, mengaitkan ujung jempol kakinya
-          Pandangan lurus ke depan
-          Lakukan Tahiyyat Puter balik Tahiyyat-Tahiyyat, Puter balik, setengah berdiri-Setengah berdiri, puter balik, berdiri secara berulang-ulang dan bervariasi.
  1. Rolling, Kayang Berdiri.
Evaluasi:
  1. Sebaiknya dalam latihan tidak hanya targetan latihan yang dicari, tetapi juga targetan pribadi yang ditanamkan dalam-dalam pada hari itu. Semisal, “Malam ini gue kudu bisa percaya diri, bisa tegas, tidak jadi pemalu, tidak sombong, dsb”. Seperti kata Bang Kancil, pelatih pada malam hari itu, “Jangan belajar tekhnik tok, olah vokal, olah tubuh hanya sekadar mediator, lebih jauhnya tujuan latihan adalah lebih kepada kemampuan mengolah diri”. Selain itu juga perlu menanamkan dalam diri begini : “Pada saat semua orang ke kanan, maka ke kiri lah”.
  2. Pemateri dadakan: tidak ada tawaran sebelumnya.
  3. Stetching terlalu lama.
  4. Kok 17 orang doang? 30 orang yang kemaren ikut Binarasa pada ke mana?